Like

Adv

promo usahablog

Senin, 07 Januari 2013

HADITS TENTANG AKHLAK TERPUJI



           
            Kata “AKHLAK” berasal dari bahasa Arab “KHULQUN” yang berarti Suatu keadaan jiwa yang dapat melakukan tingkah laku tanpa membutuhkan banyak akal dan pikiran dan dikhususkan untuk sifat dan karakter yang tidak dapat dilihat oleh mata. Sedangkan Al-Qurthubi berkata, Akhlak adalah sifat manusia dalam bergaul dengan sesamanya, ada yang terpuji dan ada yang tercela.
            Akhlak menempati kedudukan yang luhur dalam Islam, bahkan di antara misi utama agama ini adalah menyempurnakan akhlak yang mulia, sebagaimana sabda Nabi SAW :
اكمل المؤ منين ايمانا احسنهم خلقا
Artinya : “ Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”
            Dari penjelasan hadits di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mempunyai keimanan paling sempurna adalah apabila orang tersebut memiliki akhlak yang baik, karena dari akhlak yang baik akan menimbulkan hati yang bersih untuk beribadah dan menambah keimanan seseorang kepada Tuhannya. Bahkan akhlak yang baik menjadi penyebab terbanyak masuknya seorang hamba ke dalam surga, karena dengan begitu seorang hamba akan selalu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam haditsnya beliau bersabda:

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال : لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم فَاحِشاً وَلاَ مُتَفَحِّشاً وَكَانَ يَقُوْلُ : إِنَّ مِنْ خِيَارُكُمْ أَحْسَنُكُمْ أًخْلاَقاً رواه البخاري.

 Dari Abdullah bin Amru  berkata: Nabi  tidak pernah berbuat keji sendiri tidak pula berbuat keji kepada orang lain. Beliau bersabda: “Sesungguhnya termasuk sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR Bukhari)

Perowi Hadits:
Dia adalah Abdullah bin Amru bin Ash Bin Wa-il Al Qurosy bertemu Nabi e pada garis kakeknya Ka-ab bin Luay, salah seorang golongan yang pertama masuk Islam (as sabiqunal awalun). Banyak meriwayatkan hadits.

Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut terdapat dalil akan baiknya akhlaq Nabi . Beliau adalah bukan seorang yang berbicara maupun berbuat kotor. “Fakhsy” adalah setiap sesuatu yang keluar dari kadarnya hingga dianggap buruk termasuk dalam perkataan, perbuatan dan sifat. Sedang “Fakhisy” orang yang berkata keji dan “Mutafakhisy” orang yang menggunakan kekejian supaya orang ketawa.
Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang berkata dan berbuat keji”

Tuntunan-Tuntunan:
1.    Keagungan syariat Islam dimana menyeru kaum muslimin untuk memiliki sifat-sifat yang utama misalnya; menghilangkan gangguan, menyambut orang dengan senyuman serta mencurahkan kebaikan.
2.     Wajib berpegang teguh dengan akhlak utama dan meninggalkan akhlak yang buruk.
a      Berakhlaq baik mendekatkan kepada kedudukan Nabi  pada hari kiamat
b      Menghormati kaum muslimin dan mempergauli mereka dengan akhlak baik
c      Barangsiapa memiliki akhlaq baik memperoleh kecintaan Allah Ta’ala
d     Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.








yours comment here

adv



From: http://www.nusaresearch.net/public/recommend/recommend

follow me in