Like

Adv

promo usahablog

Rabu, 31 Oktober 2012

asal usul penciptaan manusia


Assalamu'alaykuuum...sahabat wa sahabati... gimana kabarnya???
kali ini sya akan mencoba mengupas tentang asal usul manusia yang sahabat wa sahabati bisa baca di bawah ini. selamat membaca..... keep smile....
asal usul penciptaan manusia








Asal Usul Penciptaan Manusia
          Menurut keyakinan Islam, sebagaimana yang di beritakan oleh Al- Qur’an,
manusai adalah makhluk Tuhan yang diciptaka,yakni yg diciptakan dari “tiada” menjadi “ada”. Allah SWT Berfirman:



Artinya:
          ”Dan tidakkah manusia itummikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan dahulu,sedang ia tidak ada sm sekali”(QS.Maryam:67)
            Proses penciptaan manusia di lakukan oleh Tuhan secara bertahap. Hal tersebut tergambar dalam firman Allah SWT.:”Dan sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dari suatu saripati(berasal)dari tanah.Kemudian kami jadikansaripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging .Dan Maha sucilah Allah sebagai Pencipta yang Baik.Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan dari kuburmu di hari kiamat” (Qs.al-Mu’minnun:12-16).
           Dalam ayat lain, AllahSWT.berfirman:




           “Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal tadinya kamu mati, lalu Dia menghidupkan kamu,kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia Menghidupkan kamu kembali. Kmudian kepada-Nyalah kamu di kembalikan”(Qs.al-Baqarah:28).






         Dari ayat tersebut dsapat di pahami bahwa siklus proses penciptaan manusia adalah: (a) diciptakan dari saripati tanah (unorganic);(b) kemudian mani yang disimpan dalam rahim (sperma yang dibuahi terjadi konsepsi dan memerlukan sel yuang hidup/organic); (c) menjadi segumpal darah ;(d) menjadi segumpal daging; (e) menjadi daging bertulang;(f) menjadi makhluk baru (manusia); (g) menjadi mati kembali; (h) dihidupkan kembali.

          Gambaran proses penciptaan manusia dar i”tiada” menjadi “ada” yang terjadi secara bertahap memiliki makna tersendiri bagi dunia pendidikan.Kalau manusia diciptakan dari ”tiada” menjadi “ada”,kemudian akan di matikn dan akan “dihidupkan” kembali dan “dikambalikan” kepada Tuhan. Maka, pendidikan hendaknya menjadi sarana bagi manusia untuk menjadi makhluk yang memiliki rasa terima kasih dan rasa syukur yang kuat kepada Sang Pencipta.
          Terima kasih dan syukur diwujud nyatakan dalam bentuk kepemilikan pengetahuan dan keterampilan aplikatif untuk memanfaatkan kehidupan yang serba terbatas tersebut dalam melakukan kebijakan dan membasmi kebatilan serta membangun peradaban.Sehingga pada saatnya manusia betul-betul makhluk terbaik, bukan hanya secara fisik dan dalam bentuk pencapaian-pencapaian kehidupan duniawi, akan teapi juga mampu menunjukan prestasi kepada Tuhan ketika dihidukan kembali dan dimintai pertanggung jawabannya nanti di akhirat.
 Unsur-Unsur Pembentukan Manusia
          Konsep kejadian manusia yang diinformasikan oleh Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada aspek proses tahap demi tahap, sebagaimana diuraikan di atas. Akan tetapi, Al-Qur’an juga menyoroti unsur-unsur pembentuk manusia itu sendiri. Menurut Al-Qur’an, manusia diciptakan oleh Tuhan dari dua unsur, yakni unsur jasmaniah fisik dan ruhaniah-nonfisik. Unsur jasmaniah terdiri dari materi. yaitu tanah, sedangkan unsur ruhani adalah ruh yang ditiupkan oleh Allah SWT. Dalam surat al-Hijr (Qs.15:28-29) disebutkan:











Artinya:
          ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang dibentuk.Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya  dan telah meniupkan ke dalamnya ruh(ciptaan-Ku) maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
      
          Atas dasar keberadaan dimensi ruhaniah tersebut,manusia disebut juga sebagai makhluk ruhaniah,yaitu makhluk yang tidak hanya terdiri dari materi semata,akan tetapi makhluk yang mempunyai akal pikiran,perasaan,dan hawa nafsu.
          Dalam Al-Qur’an, ada tiga istilah kunci untuk mengacu pada makna pokok manusia, yakni, al- basyar, al- insan, dan al-nas. Al- basyar memberikan referensi pada manusia sebagai makhluk biologis. Manusia tipe ini menurut Ali Syari’ati, sebagaimana yang telah di ungkapkan oleh Amin Syukur dalam Habib Thoha (1996;132), merupakan manusia yang esensi kemanusiaannya tidak nampak dan aktivitasny serupa dengan binatang. Ia hanya wujud (being), dan makhluk Allah SWT, tetapi bukan hamba dan khalifah-Nya dikarnakan esensi kemanusiaannya tidak nampak adanya Konsep al-insan ditunjukkan sebagai prototype manusia sebagai makhluk psikologis, yakni manusia yang dapat menunjukkan esensi kemanusiaannya sebagai khalifah dan pemikul amanah. Keistimewaan al- insan adalah berilmu pengetuhuan dan memiliki kemampuan daya nalar atau sebagai makhluk yang rasionil. Menurut Jalaluddin Rakhmat, tipologi manusia seperti inilah yang disinylir oleh Al-Qur’an dengan ulul albab (Qs.al-zumar:21),dengan otoaitas keilmuannya,mereka mampu memikul tantangan Tuhan untuk menjadi



khalifah (Qs.al-Azhab:72)dan mempertanggung jawbkannya (Qs,al-isra’:15)
         Sementara itu, al-nas merupakan konsep yang mengacu kepada manusia sebagi makhluk sosial, Al-Qur’an banyak menggambarkan menggunakan konsep al- nas ini untuk menggambarkan manusia dalam kualitas rendah dari segi ilmu maupaun iman, tidak bersyukur, melalaikan ayat-ayat Allah,dan sebagainya(Qs.al-baqarah:8 dan165;al-A’raf:187,dan Hud:17)




naahhhh... sekarang sahabat wa sahabati sudah tau khan... semoga bermanfaat...
jangan lupa komentar sahabat wa sahabati saya tunggu.

yours comment here

adv



From: http://www.nusaresearch.net/public/recommend/recommend

follow me in