Like

Adv

promo usahablog

Sabtu, 19 Mei 2012

isim jamid dan musytaq


PEMBAGIAN ISIM MENURUT ASAL KATA DAN PEMBENTUKANNYA
            Menurut asal kata dan pembentukanya, isim dapat dibagi menjadi 2 , yaitu isim jamid ( اِسْم جَامِد ) dan isim musytaq ( اِسْم مُشْتَق )

اِسْم جَامِد
ISIM JAMID
A.    Definisi isim jamid
Isim jamid adalah Isim yang tidak terbentuk dari kata lain. Isim jamid juga dapat diartikan sebagai suatu isim yang di dalamnya tidak terdapat suatu sifat/ tdk berasal dari fi’il madi.
Contoh: كُرْسِيٌ, (kursi)   عِلْمٌ  (ilmu), Jadi isim jamid ini tidak diambil dari kata yang lain.
B.     Pembagian isim jamid
Isim jamid terbagi menjadi 2, yaitu:
    1.   Isim jamid zat (اِسْم ذَات ) atau isim jins ( اِسْم جِنْس), yaitu isim yang menunjukkan arti sesuatu yang fisik atau yang menurut tata bahasa Arab dikatagerikan isim jamid zat.
Contoh: صَحْرَةٌ (batu besar)  قَلَمٌ (pena),مَلاَئِكَة ٌ (malaikat), أَسَدٌ (=singa), نَهْرٌ (=sungai)
    2.   Isim makna( اِسْم مَعْنَى) atau isim masdar ( مَصْدَر), yaitu isim yang menunjukkan arti sesuatu yang tidak fisik. Contohnya:
عِلْمٌ (=ilmu), عَدْلٌ (=keadilan), شَجَاعَةٌ (=keberanian)
 Mashdar juga dapat  diartikan sebagai Isim yang menunjukkan peristiwa atau kejadian yang tidak disertai dengan penunjukan waktu. Berbeda dengan Fi'il yang terikat dengan waktu, apakah di waktu lampau, sekarang atau akan datang. Contohnya:
أُرِيْدُ أَنْ أُصَلِّيْ (= aku ingin shalat) --> أُصَلِّي (= aku shalat) : Fi'il
أُرِيْدُ صَلاَةً (= aku ingin shalat) --> صَلاَة (= shalat) : Mashdar (Isim)

Isim makna juga disebut masdar ghoiru mim, karena isim ini sumber keluarnya isim musytaq. Masdar ghoiru mim juga mempunyai beberapa timbangan, yaitu:
a.         Fi’il tsulasi (fi’il yang terdiri dari tiga huruf) , wazan masdar fi’il tsulasi bermacam-macam. Hal ini dapat kita ketahui dengan sima’i, yaitu mengikuti orang arab atau merujuk kepada kitab-kitab arab.
Diantara wazan-wazan itu antara lain :
فِعَالَةٌ  contohnya  قِرَاءَةٌ  fi’ilnya قَرَأَ - يَقْرَأُ
فِعْلٌ  contohnya     عِلْمٌfi’ilnya عَلِمَ - يَعْلَمُ  
فَعَلَةٌ  contohnya  صَدَقَةٌ  fi’ilnya صَدَقَ - يَصْدُقُ
فُعَالٌ  contohnya  بُكَاءٌ  fi’ilnya بَكَىْ-يَبْكِىْ
b.         Fi’il ruba’I (fi’il yang terdiri dari empat huruf). Wazan masdar fi’il ruba’i diqiyaskan sesuai dengan wazan-wazan fi’il ruba’i, yaitu :
                        أَفْعَلَ - يُفْعِلُ  wazan masdarnya إِفْعَالٌ  contohnya  أَسْلَمَ - يُسْلِمُmasdarnya  إسْلاَمٌ
                                    فَعَّلَ - يُفَعِّلُ  Wazan masdarnya تَفْعِيْلٌ  contohnya عَلَّمَّ - يُعَلِّمُ  masdarnya   تَفْعِيْلٌ
                                    فَاعَلَ - يُفَاعِلُ  Wazan masdarnya مُفَاعَلَةٌ  contohnya حَاسَبَ - يُحَاسِبُ  masdarnya مُحَاسَبَةٌ
                                    فَعْلَلَ - يُفَعْلِلُ  Wazan masdarnya فِعْلاَلَةٌ  contohnya زَلْزَلَ - يُزَلْزِلُ  masdarnya زِلْزَالَةٌ
c.         Fi’il khumsi dan fi’il sudasi (fi’il yang terdiri dari lima dan enam huruf)
Wazan fi’il khumasi:
  تَفَعَّلَ - يَتَفَعَّلُ Wazan masdarnya تَفَعُّلٌ  contohnya تَقَرَّبَ - يَتَقَرَّبُ  masdarnya تَقَرُّبٌ
 إِفْتَعَلَ - يَفْتَعِلُ  Wazan masdarnya إِفْتِعَالٌ  contohnya إِجْتَمَعَ - يَجْتَمِعُ  masdarnya إِجْتِمَاعٌ
Wazan fi’il sudasi:
 إِسِتَفْعَلَ - يَسْتَفْعِلُ  Wazan masdarnya إِسْتِفْعَالٌ  contohnya إِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ  masdarnya إِسْتِغْفَارٌ


اِسْم مُشْتَق
ISIM MUSYTAQ
A.    Definisi isim musytaq
Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari kata pembentuknya (bisa ditasrif) dan mengandung suatu sifat.
Contoh: عَالِمٌ  menunjukkan suatu zat (orang) yang disifati dengan ilmu (عِلْمٌ), jadi عَالِمٌ  artinya orang yang berilmu.

B.     Pembagian isim musytaq
Isim musytaq ada 7 macam, yaitu:
1)   Isim fa’il (subyek/pelaku), yaitu isim yang menunjukkan orang yang berbuat atau melakukan pekerjaan.
Wazan isim fa’il dari fi’il tsulasi mujarrot adalah : فَاعِلٌ
Contoh :
كَتَبَ Isim fa’ilnya كَاتِبٌ artinya orang yang menulis
قَرَأَ  Isim fa’ilnya قَارِئٌ  artinya orang yang membaca
Sedangkan wazan isim fa’il selain tsulasi mujarot, adalah mengikuti wazan fi’il mudhori’nya, dengan mengganti huruf mudhoro’ahnya menjadi huruf mim yang dibaca dummah, dan dikasrah hurufnya sebelum akhir.
Contoh:
أَكْرَمَ - يُكْرِمُ  Isim fa’ilnya مُكْرِمٌ  artinya orang yang menghormati
إِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ  Isim fa’ilnya مُسْتَغْفِرٌ  artinya orang yang minta ampun
Isim fa’il dapat berperan sebagaimana fi’ilnya yang ma’lum, yaitu merofa’kan fa’ilnya dan menashobkan maf’ulnya.
            Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.
Fi'il
Isim Fa'il
عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui)
عَالِمٌ (=yang mengetahui)
نَامَ - يَنَامُ (=tidur)
نَائِمٌ (=yang tidur)
أَكَلَ - يَأْكُلُ (=makan)
آكِلٌ (=yang makan)
أَسْلَمَ - يُسْلِمُ (=menyerah)
مُسْلِمٌ (=yang menyerah)
أَنْفَقَ - يُنْفِقُ (=berinfak)
مُنْفِقٌ (=yang berinfak)
اِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ (=mohon ampun)
مُسْتَغْفِرٌ (=yang mohon ampun)


2)      Isim maf’ul (obyek/penderita), yaitu isim yang menunjukkan arti sesuatu yang dijatuhi atau dikenai suatu pekerjaan.
Wazan isim maf’ul dari fi’il tsulasi mujarrot adalah مَفْعُوْلٌ
Contoh:
مَضْرُوْبٌ  artinya yang dipukul
Sedangkan wazan isim maf’ul selain dari fi’il tsulasi mujarrot adalah mengikuti wazan isim fa’ilnya dengan membaca fathah sebelum akhir.
Contoh:
مُكْرَمٌ dan مُسْتَخْرَجٌ
isim maf’ul yang dari fi’il lazim harus diikuti dengan jar majrur atau dzarraf.
Contoh:
مُقَدَّمٌ عَلَيْهِ dan مُسْتَفْهَمٌ عَلَيْهِ, Jadi tidak boleh hanya مُقَدَّمٌ dan مُسْتَفْهَمٌ  saja.
Isim maf’ul bisa berperan sebagaimana fi’ilnya yang majhul.
3)        Sighat mubalaghah, yaitu isim yang menunjukkan arti isim fa’il yang mengandung arti penguatan atau menyangatkan (sangat).       
Wazan-wazan sighat mubalaghah antara lain
 فَعَّالٌ contoh عَلاَّمٌ artinya sangat pandai
 فَعُوْلٌ contoh صَبُوْرٌ artinya sangat sabar
  فَعِيْلٌ contoh سَمِيْعٌ artinya sangat mendengar
 فَاعُوْلٌ contoh قَارُوْقٌ artinya sangat membedakan
 فِعِّيْلٌ contoh صِدِّيْقٌ artinya sangat jujur
sighat mubalaghah ini bisa berperan sebagaimana fi’il yang ma’lum
4)   Sifat musyabahah bismil fa’il, yaitu isim musytaq yang menunjukkan tentang sifat yang selalu melekat pada mausuf (yang disifati). Sifat musyabahah bismil fa’il ini dibentuk hanya dari fi’il tsulasi lazim (fi’il yang tidak mempunyai maf’ul). Wazan sifat musyabahah bermacam-macam dan hanya bisa diketahui dengan sima’i. Wazan-wazan itu antara lain, contoh:
  شَجُعَ - يَشْجُعُ sifat musyabahahnya شُجَاعٌ artinya (selalu) pemberani.
 عَفَّ - يَعِفُّ sifat musyabahahnya عَفِيْفٌ artinya (selalu) menjaga diri
  غَضِبَ - يَغْضَبُ sifat musyabahahnya غَضْبَانٌ artinya (selalu) pemarah
Sifat musyabahah bismil fa’il bisa berperan sebagaimana fi’ilnya yang ma’lum.
5)   Isim tafdhil, yaitu isim yang dibentuk dari wazan أَفْعَلُ berfungsi untuk menunjukkan arti lebih dari yang lain. Jadi isim tafdhil ini terbuat dari fi’il yang mempunyai arti kurang atau lebih.
Contoh:
كَبُرَ – يَكْبُرٌ è أَكْبَرُ artinya lebih besar
فَضُلَ - يَفْضُلُ è أَفْضَلُ artinya lebih utama
Isim tafdhil bisa berperan sebagaimana fi’ilnya yang ma’lum.
Sedangkan fi’il yang mempunyai arti tetap tidak bisa dibuat isim tafdhil. Contoh مَاتَ  `artinya mati.
Adapun fi’il yang bisa dibuat isim tafdhil adalah fi’il tsulasi yang mutasharif (bisa ditasrif), tam dan ma’lum (kata kerja aktif).
6)   Isim zaman (waktu) dan isim makan (tempat).
Isim zaman yaitu  isim musytaq yang menunjukkan arti waktu terjadinya suatu pekerjaan.
Isim makan yaitu isim musytaq yang menunjukkan arti tempat terjadinya suatu pekerjaan.
Wazan-wazan isim zaman dan makan :
Fi’il tsulasi mujarrot mengikuti wazan مَفْعَلٌ dan  مِفْعَالٌ
a.       Wazan  apabila :
§  Berupa fi’il yang mu’tal lam fi’ilnya. Contoh:
 رَمَىْ - يَرْمِىIsim zaman / makannya  artinya  مَرِمَىْwaktu / tempat melempar.
 غَزَا - يَغْزُوْIsim zaman / makannya artinyaمَغْزًى  waktu / tempat pertempuran.
 وَقَىْ - يَقِىIsim zaman / makannya artinyaمَوْقًى   waktu / tempat menjaga.
§ ‘ain fi’il pada fi’il mudhori’nya dibaca dhummah atau fathah
لَعِبَ - يَلْعَبُ Isim zaman/makannya مَلْعَبٌ artinya waktu/ tempat bermain.
كَتَبَ - يَكْتُبَ Isim zaman/ makannya مَكْتَبٌ artinya waktu/ tempat menulis.
صَنَعَ - يَصْنَعَ Isim zaman/ makannya مَصْنَعٌ artinya waktu / tempat membuat.
b.      Wazan مَفْعِلٌ apabila:
§ Berupa fi’il yang mu’tal fa’ fi’ilnya.
Contoh:
وَقَفَ - يَقِفُ  Isim zaman / makannya مَوْقِفٌ artinya waktu atau tempat berhenti.
§‘Ain fi’il  pada fi’il mudhori’nya dibaca kasrah.
 نَزَلَ - يَنْزِلُIsim zaman / makannya مَنْزِلٌ artinya waktu atau tempat turun (rumah).
Adapun isim zaman dan makan dari fi’il selain tsulasi mujarrot mengikuti wazan isim maf’ulnya.
Contoh:
إِسْتَخْرَجَ - يَسْتَخْرِجُ Isim zaman/makannya مُسْتَخْرَجٌ artinya waktu atau tempat minta keluar.
Untuk menentukan bahwa isim-isim tersebut di atas isim zaman atau makan adalah adanya qarinah yang menjelaskannya.
Misalnya, adanya kata أَمْسِ (kemarin) menunjukkan isim zaman. Dan adanya هُنَا (disini) menunjukkan isim makan.
7)   Isim alat, yaitu isim yang menunjukkan arti alat suatu pekerjaan. Isim alat ini hanya terbentuk dari fi’il tsulasi mujarrot yang muta’addi. Adapun wazan isim alat ada 4, yaitu :
a. مِفْعَلٌ Contoh مِنْصَرٌ artinya alat menolong.
b.مِفْعَالٌ Contoh مِفْتَاحٌ artinya alat membuka (kunci).
c. فَعَّالٌ Contoh ثَلاَّجَةٌ artinya alat pendingin (kulkas).
d.مِفْعَلَةٌ Contoh مِمْسَحَةٌ artinya alat menghapus.
Terkadang isim alat ini tidak berupa wazan-wazan tersebut di atas, tetapi menggunakan kalimat yang lain. Contoh :
قَلَمٌ artinya pena, كَأْسٌ artinya gelas / piala.

yours comment here

adv



From: http://www.nusaresearch.net/public/recommend/recommend

follow me in